Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 08122223 6664
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 26 December 2016
 Waspada Bahaya Emboli Air Ketuban Pasca Melahirkan!

Kebahagiaan pasca melahirkan sebaiknya jangan terlalu terlena, fokuslah terlebih dahulu pada proses penyembuhan. Perhatikan kesehatan Anda dan perbanyak konsumsi makanan bergizi. Lakukan pemeriksaan rutin pada dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
 
Salah satu hal yang perlu diwaspadai pasca melahirkan yaitu emboli air ketuban. Gelembung tersebut bisa menghambat pasokan oksigen yang akan diedarkan ke seluruh tubuh sang ibu pasca melahirkan.
Kejadian emboli pasca melahirkan bisa terjadi pada setiap wanita sehingga hal ini perlu diperhatikan dan diwaspadai. Sebenarnya emboli tidak hanya terjadi pada ibu pasca melahirkan, namun emboli bisa terjadi kapan saja yang menyebabkan oksigen terhambat.Emboli air ketuban merupakan terjadinya penyumbatan air ketuban yang secara tidak langsung masuk kedalam pembuluh darah sehingga mengakibatkan sirkulasi darah menjadi terhambat dan sang ibu mengalami kegagalan dalam bernafas.
 
Pada kondisi yang lebih parah bisa menyebabkan gagal jantung dan bahkan terjadi pendarahan hebat. Hal yang paling mengerikan adalah emboli ketuban sangat berbahaya dan peluang hidup orang yang mengalami emboli sangat tipis.
 
Orang yang selamat dari emboli akan mengalami gangguan kesehatan dalam hidupnya seperti gangguan saraf. Dalam hal ini emboli ketuban terjadi ketika cairan amino masuk ke dalam rahim atau plasenta sehingga masuk kedalam sirkulasi darah.
Jika saluran tersebut menuju ke jantung maka bisa menyebabkan masalah pada jantung. Begitupun jika saluran tersebut masuk ke saluran paru-paru maka bisa menyebabkan kegagalan dalam pernapasan sehingga hal ini sangat membahayakan keselamatan sang ibu.
 
Reaksi emboli ketuban bisa terjadi paling lama sekitar 48 jam setelah proses persalinan dilakukan. Bahkan pada sebagian kasus emboli terjadi sekitar 30 menit setelah proses persalinan tersebut. Resiko kematian jika terjadi emboli ketuban yaitu sekitar 80%. Hal ini akibat benda asing yang mengganggu sirkulasi darah yang menuju jantung dan paru-paru.
Kejadian fatal akibat emboli air ketuban bisa dicegah dengan penanganan yang benar oleh medis berpengalaman. Jangan menyepelekan kejadian emboli karena seperti yang kita ketahui bahwa akibatnya sangat fatal.
Dalam upaya untuk menghindari bahaya dari emboli air ketuban maka bisa dilakukan pencegahan. Lalu bagaimana cara untuk mencegahnya? Emboli pada dasarnya tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi dan muncul pasca melahirkan.
 
Meskipun begitu, tetapi emboli ketuban bisa dicegah dengan cara mendiagnosis penyakit yang bisa memicu timbulnya emboli. Walaupun setiap emboli memiliki perbedaan dari segi tempat terjadinya, namun rersikonya bisa diperkecil secara umum.
 
Pada dasarnya, proses persalinan dengan penanganan bidan yang berpengalaman bisa meminimalisir terjadinya emboli pasca melahirkan. Dengan demikian resiko kematian sang ibu akibat terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah oleh cairan ketuban bisa ditekan.
 
Bahaya emboli sebaiknya jangan disepelekan karena akibatnya sangat fatal dan kejadian ini sebenarnya masih belum sepenuhnya bisa ditangani dengan baik. Pencegahan adalah hala yang bisa dilakukan sebagai penanganan yang palig utama. Semoga bermanfaat.
 

IG : @mamahamilbutik 
WA: 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM: 5D07A939 /741B6099
 


Related Article