Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 23 November 2016
Tetap Nyaman Menyusui Walau Si Kecil Mulai Menggigit
 
Tiap tahapan menyusui memiliki tantangannya tersendiri. Waktu si kecil sudah berusia di atas satu tahun, tantangan yang paling sering ditemui dan membuat ibu akhirnya menyerah (hingga berhenti menyusui) adalah saat gigi-gigi si kecil makin banyak tumbuh. Si kecil mulai suka menggigit, termasuk menggigit puting saat menyusui. Banyak ibu yang menjadi gusar dan kesakitan, hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti memberikan ASI pada bayinya sebelum genap 2 tahun.
 
Gusar dan sakit itu bisa diatasi. Tidak sulit, tetapi membutuhkan kesabaran dan keyakinan. Bayi berusia satu tahun ke atas sudah lebih mudah diajak berkomunikasi dengan verbal dan nonverbal. Memberi pemahaman kepada bayi untuk berhenti menggigit puting dengan cara yang tepat, justru akan meningkatkan hubungan emosional ibu-bayi yang dipupuk saat menyusui. Sebelum menerapkan cara berkomunikasi dengan bayi agar berhenti menggigit puting, sebelumnya kita perlu memahami terlebih dulu penyebab bayi menggigit.
 
 
  • Menggigit puting sebagai bentuk “protes” bayi karena pada saat menyusui, ibunya tidak mencurahkan seluruh perhatiannya kepada bayi. 
Kita mungkin menyusui sambil memegang handphone, memainkan gadget, atau melakukan aktivitas lainnya biasanya akan mendapatkan gigitan ini. Ibu menyusui seharusnya sadar sepenuhnya bahwa menyusui bukan semata-mata memberi makan anak, tetapi juga menjalin komunikasi dan melimpahkan kasih sayang kepada anak. Bayi juga punya perasaan. Ketika kita membagi perhatian dengan benda lain, sudah pasti bayi akan merasa diabaikan. Karena belum bisa bicara, bayi mengungkapkan perasaannya dengan menggigit. Ada juga yang ditambah dengan memukul-mukulkan anggota tubuhnya.
 
Menurut saya, sebaiknya kita hentikan semua kegiatan saat menyusui bayi. Fokus. Tatap matanya, belai rambutnya, sentuh pipi dan telinganya, lakukan sentuhan yang membuatnya nyaman dan merasa disayang. Beri bayi senyuman yang tulus. Ajak bayi bicara dengan bahasa yang ramah dan penuh kasih sayang. Katakan, “Kamu minum ASI supaya sehat ya, supaya cerdas, supaya hebat” , atau, “Adik sayang, minum ASI bunda yaaa.... nanti tumbuh sehat dan cerdas.... anak bunda hebat.”
 
Jika urban mama terlanjur mengabaikannya, dan ia menggigit dengan kuat, jangan berteriak. Teriakan kita hanya akan membuat bayi kaget atau menangis, tanpa tahu sebabnya. Kemungkinan malah bayi merasa semakin sedih karena “dimarahi” ibunya. Tahan sakit karena gigitannya, dan minta maaf kepada bayi sambil memeluk atau membelainya.
  • Menggigit puting sebagai bentuk keinginan bayi bermain dan bercanda dengan ibunya
Bayi punya bahasa tersendiri untuk mengungkapkan perasaan. Menangis, menghentakkan anggota tubuh, dan menggigit adalah yang paling umum. Kita perlu peka untuk urusan yang satu ini.
 
Menurut saya, kita sebaiknya jangan berteriak saat bayi menggigit. Tahan rasa sakit dan perlahan-lahan ajak bayi bicara bahwa menggigit puting itu membuat ibu merasa sakit. Katakan pada bayi, "Nak, kalau puting bunda digigit terasa sakit, bisa luka dan nanti kamu jadi susah untuk menyusu. Jangan gigit ya nak... kita main-mainnya yang lain ya... yang tidak membuat bunda merasa sakit.... oke sayang...”
 
Berdasarkan pengalaman saya, bayi usia satu tahun ke atas sudah mengerti verbal seperti itu. Beberapa bayi bahkan sudah bisa merespons dengan bahasa balasan versi dirinya walau lafalnya tidak jelas.
  • Menggigit puting karena bayi sudah kenyang menyusu tapi ibu tidak tanggap. 
Setelah kenyang menyusu, ada bayi yang langsung tertidur dan puting lepas dengan sendirinya dari mulutnya. Ada pula yang menarik puting dengan keras, menggigit dan menghentaknya sebelum akhirnya ia tertawa atau tersenyum. Menggigit puting bisa saja menjadi salah satu “gaya “ bayi ketika mengakhiri proses menyusu. Kadang kita kurang tanggap akan hal itu.
 
Menurut saya, kita sebaiknya fokus saat menyusui sehingga sudah tanggap kapan bayi kenyang dan mulai bermain-main dengan puting. Beberapa bayi merasa nyaman memainkan puting ibunya, tapi kita harus mulai mengajarinya untuk bersopan santun juga dengan cara yang santun. Katakan padanya secara lembut bahwa menggigit puting membuat ibu sakit dan ajari bayi bahwa ia dapat menerima rasa nyaman pula dari dekapan dan pelukan tanpa harus menyakiti ibu dengan menggigit.
  • Menggigit puting karena rasa aneh pada gusi akibat pertumbuhan gigi geliginya. 
Ketika makin banyak gigi bayi yang tumbuh, merobek gusi, dan muncul ke permukaan, mungkin bayi merasa aneh pada gusinya. Mungkin gatal, mungkin kasar. Sering kali perasaan aneh itu ingin dikomunikasikan kepada kita dengan menggigit.
 
Menurut saya, sebaiknya kita pahami perasaan bayi. Katakan padanya bahwa menggigit puting tidak akan menghilangkan rasa gatal atau aneh pada mulutnya, malah menyakiti ibu. Berikan solusi yang lebih aman, misalnya “teether” steril yang aman untuk bayi untuk menyalurkan keinginannya menggigit. Katakan dan berikan solusi dengan lembut dan beri bayi pengertian. Kita harus yakin bahwa bayi-bayi kita itu pintar. Mereka mengerti apa yang dikatakan ibunya asalkan kita menyampaikannya dengan penuh kasih sayang.
 
Dengan mengetahui sebab menggigit dan meresponnya secara tepat, para ibu bisa tetap menyusui dengan nyaman tanpa harus menahan rasa sakit di puting karena gigitan bayi. Percayalah, bayi tak kan menggigit tanpa sebab. Jadi, gigitannya bukan alasan untuk berhenti memberikan ASI sampai dua tahun. Ibu menyusui harus terus penuh semangat, jangan mudah menyerah karena alasan yang sebenarnya datang dari diri kita sendiri. Jadikan proses menyusui sebagai salah satu wahana melatih anak bersopan santun, berbagi perasaan dan memahami satu sama lain.
 
Instagram : @mamahamilbutik 
Whats App : 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
Jalur Grosir : 08564555088
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM : 5D07A939 /741B6099
 


Related Article