Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 08122223 6664
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 03 March 2017
 Tes Darah Saat Hamil
 
  • Pengertian Tes Darah
Tes darah adalah pemeriksaan dengan menggunakan sampel darah yang diambil menggunakan suntikan sebanyak 50 cc kemudian dilakukan pengecekan di laboratorium. Tes darah saat hamil, bisa dilakukan saat kandungan berusia minimal 8 minggu, 10 minggu atau 12 minggu bahkan saat mendekati persalinan. Tes darah yang dilakukan bukan tanpa alasan, namun memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil. Tes darah juga bisa dilakukan dengan suntikan di ibu jari.
 
  • Fungsi dan Manfaat
Tes darah tentu saja sangat berfungsi bagi ibu hamil. Sayangnya tidak semua ibu hamil memahami hal ini. Banyak ibu hamil yang nurut-nurut saja saat disuruh untuk melakukan tes ini-itu, namun sedikit sekali ibu hamil yang menanyakan dan mengetahui sebenarnya fungsi dari tes darah ini. Berikut ini manfaat dan fungsi dari melakukan tes darah saat kehamilan :
 
1. Mengetahui Golongan Darah
 
Salah satu manfaat dan tujuan dari tes darah adalah untuk mengetahui golongan darah ibu hamil. Banyak ibu hamil yang tidak mengetahui golongan darahnya. Jika sampai ini terjadi, kondisi tersebut akan menyusahkan pihak medis untuk melakukan transfusi saat mengalami masalah kehamilan tertentu. Untuk melakukan transfusi darah, diperlukan golongan darah yang sesuai dengan darah ibu hamil.
 
2. Memeriksa Gula Darah
 
Tes darah saat hamil akan dapat mengetahui tingkatan kadar gula darah di dalam tubuhnya. Gula darah yang tinggi bisa menyebabkan komplikasi pada saat kehamilan. Gula darah bisa menyebabkan gangguan kehamilan yakni terkena diabetes. Jika ibu hamil terkena diabetes akibatnya adalah ibu hamil sehabis melahirkan akan kesulitan dalam mengeringkan jahitan dan luka sehabis melahirkan.
 
3. Mengetahui Kadar Hemoglobin dan Zat Besi
 
Salah satu fungsi penting tes darah saat hamil adalah untuk mengetahui kadar zat besi dan hemoglobin di dalam tubuh ibu hamil. Ibu hamil biasanya akan mengalami anemia hal itu dikarenakan darah di dalam ibu hamil akan dibagi menjadi dua yaitu untuk ibu hamil dan untuk bayi yang dikandungnya. Semakin aktif bayi di dalam kandungan, semakin banyak pula bayi membutuhkan gizi ibu hamil dalam aliran darah di dalam tubuhnya.
Hal itulah yang membuat ibu hamil akan kekurangan aliran darah di dalam tubuhnya dan terkena anemia. Pengecekan kadar hemoglobin dan kadar zat besi di dalam tubuh ibu hamil berguna untuk menghindari anemia pada saat hamil dan saat melahirkan. Saat melahirkan, ibu hamil membutuhkan jumlah hemoglobin atau zat besi yang cukup. Jumlah normal zat besi yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah 11,5. Kurang dari kadar tersebut bisa membuat ibu hamil terkena anemia.
 
4. IMS
 
Salah satu fungsi tes darah yang dilakukan oleh ibu hamil adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi menular seksual yang ibu miliki. Hal tersebut berguna dan bermanfaat bagi ibu hamil untuk mencegah penularan infeksi tersebut terhadap janin di dalam kandungan ibu hamil. IMS yang diderita ibu hamil jika tidak segera ditangani bisa ditularkan kepada anak.
 
5. HIV
 
Tes darah saat hamil berfungsi untuk mengetahui ada atau tidaknya virus HIV di dalam tubuh ibu hamil. Jika ibu hamil positif mengidap HIV, janin pun bisa terinfeksi. Oleh sebab itulah tes darah bisa digunakan untuk mengantisipasi penularan virus HIV kepada janin yang dikandungnya.
 
6. TORCH

Tes darah biasanya akan dilakukan saat mengalami tanda-tanda kehamilan, salah satu fungsi dari tes darah yang dilakukan tersebut adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya virus TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Jika sampai ibu hamil menderita TORCH, resiko keguguran pada ibu hamil sangat besar. Tidak hanya itu saja, TORCH juga bisa membuat janin yang dilahirkan akan menderita kecacatan, komplikasi bahkan bisa menyebabkan kematian.
Virus TORCH ini harus dibersihkan atau dijinakkan. Agar tidak meganggu tumbuh kembang janin di dalam kandungan. TORCH ( toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus dan herpes ) membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhan. TORCH pada wanita juga bisa menyebabkan susah hamil.
 
7. Kelainan Genetik
 
Tes darah saat hamil juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi apakah bayi yang dikandung memiliki kelainan genetik. Kelainan genetik itu berupa kolesterol tinggi, cystic fibrosis atau kelainan yang menyebabkan penyakit multi sistem, kelainan dari sel darah merah dan juga thalassemia atau kelainan asam amino yang bermanfaat dalam pembentukan hemoglobin / sel darah merah di dalam tubuh.
Kelainan genetik yang bisa dideteksi meggunakan tes darah. Tidak hanya itu saja, namun tes darah yang dilakukan bisa untuk mendeteksi kelainan lemak sel. Terutama sel yang letaknya di dalam otak dan juga sel syaraf.

8. Mengetahui Kadar Sel Darah Putih
 
Pemeriksaan darah yang dilakukan oleh ibu hamil juga bermanfaat untuk mengetahui jumlah leukosit atau sel darah putih yang ada di dalam tubuh ibu hamil. Tidak hanya trombosit dan Hb saja yang dicek namun leukosit pun juga akan dicek dan bisa mempengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil. Jumlah sel darah putih yang diperiksa melalui tes darah bisa berfungsi untuk mengetahui adanya infeksi yang ada di dalam tubuh ibu hamil, yang bisa menjadi penyebab keguguran.
 
9. Mengatahui Adanya Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B tidak boleh diabaikan. Virus hepatitis B bisa menyebabkan janin yang dikandung oleh ibu hamil mengalami berbagai macam penyakit hati. Penyakit hati tersebut misalnya adalah sirosis hati, pengerutan hati, kerusakan hati, liver bahkan kanker hati. Virus hepatitis B bisa membuat janin ibu hamil ikut terinfeksi dengan virus tersebut.
 
Oleh sebab itulah deteksi dini virus hepatitis B sangat diperlukan. Jika HBsAg ibu hamil positif maka paramedis harus mencegah terjadinya penularan virus dari ibu hamil ke janin. Jika HBsAg nya sifatnya negatif diperlukan pengecekan kembali saat mau persalinan. Tujuannya adalah untuk menangani bayi yang dilahirkan dengan mengidap virus hepatitis B.
 
10. Mengetahui Rhesus

Tes darah saat hamil ditujukan untuk mengetahui rhesus sang ibu dan juga sang anak. Rhesus ibu dan anak haruslah cocok. Misalnya saja ibu hamil memiliki rhesus positif, sedangkan rhesus suaminya adalah negatif. Kondisi itu secara alami akan menghasilkan zat antibodi yang justru menyerang janin yang ada di dalam kandungannya. Antibodi itu bisa membuat sel darah merah janin bisa menjadi rusak.
Jika sel darah merah pada janin rusak, akibatnya adalah perkembangan janin akan mengalami berbagai macam komplikasi. Komplikasi itu misalnya adalah bayi mengalami anemia, otak dan jantung mengalami kerusakan berbagai macam penyakit komplikasi lainnya. Mengetahui rhesus tersebut sama pentingnya dengan mengetahui golongan darah ibu hamil.
 
11. Mengetahui Gangguan Saluran Syaraf  dan Tulang Belakang Janin
 
Salah satu fungsi tes darah saat hamil adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan syaraf dan juga kondisi tulang belakang janin. Pemeriksaan itu disebut dengan AFP atau alpha fetoprotein.
 
 
Instagram : @mamahamilbutik 
Whats App : 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
Jalur Grosir : 08564555088
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM : 5D07A939 /741B6099
 


Related Article