Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 08122223 6664
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 25 November 2016
Penyebab Bayi Menolak Menyusu
 
Ada banyak penyebab mengapa bayi menolak menyusu pada payudara. Seringkali penyebabnya merupakan kombinasi dari berbagai faktor. Misalnya, seorang bayi mampu melekat dengan baik bahkan jika ia memiliki frenulum pendek bila tidak ada faktor lain yang mempengaruhi, namun bila, misalnya bayi awalnya diberi botol, atau puting dan areola ibu bengkak karena pemberian cairan saat proses melahirkan, hal ini bisa mengubah situasi menyusu dari “ cukup mampu” menjadi “ tidak berhasil sama sekali”
 
  1. Beberapa bayi tidak ingin menyusu atau menghisap ASI dengan tidak baik akibat dari obat yang diberikan saat proses persalinan. Obat golongan penenang menjadi penyebab dalam banyak situasi, dan mepederine (Demerol) berefek buruk karena mengendap di darah bayi dalam jangka waktu lama dan mempengaruhi cara bayi menghisap selama beberapa hari. Bahkan morfin yang diberikan dalam epidural (Epimorph) bisa mengakibatkan bayi malas menyusu atau melekat pada payudara, karena obat yang dimasukkan dalam epidural pasti masuk dalam darah ibu dan juga bayi sebelum kelahiran. Intervensi lain selama proses persalinan (misalnya, cairan intravena dalam jumlah besar, penyedotan hidung bayi saat lahir yang sebenarnya tidak diperlukan oleh bayi lahir sehat dan cukup bulan) dapat juga mengakibatkan kesulitan pelekatan. 
  2. Kelainan mulut bayi bisa menjadi penyebab bayi tidak bisa menyusu dengan baik. Bibir sumbing, namun biasanya tidak hanya celah pada bibir saja, bisa menyebabkan kesulitan yang besar dalam pelekatan. Terkadang adanya celah bibir tidak jelas, hanya mempengaruhi langit-langit lunak, bagian dalam mulut bayi.
  3. Bayi belajar menyusu melalui proses menyusu. Dot mempengaruhi cara bayi menyusu pada payudara. Bayi adalah makhluk pintar. Bila mereka mendapatkan aliran lambat dari payudara (seperti yang biasanya terjadi pada awal-awal kelahiran) dan aliran deras dari botol, mereka tidak bingung—banyak bayi yang akan memutuskan dengan cepat, memilih aliran yang deras (botol).
  4. Bila puting payudara ibu berukuran besar, atau tenggelam, atau rata, variasi bentuk puting ini bisa lebih menyulitkan pelekatan, namun bukannya tidak bisa menyusui. Bagaimanapun sebagian besar ibu yang dikatakan memiliki puting tenggelam atau rata, ternyata tidak. Kenyataannya, puting yang terlihat rata hampir selalu normal, namun kita hidup di masyarakat dimana pemberian botol adalah hal yang normal, sehingga jika ibu tidak memiliki puting yang terlihat seperti ujung botol dot, puting mereka akan dikatakan rata.
  5. Frenulum (jaringan putih dibawah lidah) yang pendek bisa mengakibatkan bayi mengalami kesulitan dalam menyusu. Hal ini, tegasnya, tidak dianggap sebagai suatu kelainan sehingga banyak praktisi tidak percaya bahwa hal ini bisa mengganggu proses menyusui; banyak penelitian menunjukkan bahwa hal ini bisa mengganggu proses menyusui.
Bagaimanapun, salah satu penyebab umum bayi menolak menyusu muncul dari keyakinan yang salah bahwa bayi di hari-hari awal kelahirannya harus disusui setiap 2 atau 3 jam sekali, ataupun dilakukan penjadwalan yang tidak sesuai. Bayi tidak seharusnya disusui berdasarkan jam bahkan selama hari-hari pertama. Keyakinan pada jadwal dan berusaha membuat bayi mengikuti jadwal berakibat timbulnya kecemasan pada sebagian staf RS ketika bayi tidak disusui, misalnya, selama tiga jam setelah kelahiran yang kemudian seringkali menyebabkan pemaksaan bayi untuk menyusu ketika mereka tidak siap menyusu. Ketika bayi dipaksa menyusu dan dipaksa untuk tetap melekat pada payudara, terutama bila bayi sedang tidak tertarik atau tidak siap menyusu, seharusnya kita jangan heran bila bayi mengembangkan keengganan pada payudara. Bila pendekatan yang salah ini berujung pada kepanikan, dan “bayi yang harus diberi susu”, lalu metode pemberian asupan (yang terburuk adalah pengguanaan botol dot) dilakukan, berakibat pada situasi yang makin memburuk.
 
Instagram : @mamahamilbutik 
Whats App : 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
Jalur Grosir : 08564555088
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM : 5D07A939 /741B6099
 


Related Article