Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 08122223 6664
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 05 December 2016
Penggunaan Obat untuk Ibu Hamil
 
Banyak dari ibu hamil dan menyusui yang ragu untuk mengkonsumsi obat-obatan dikarenakan takut efek samping obat dapat mempengaruhi keadaan janin maupun kandungan ASI. Maka dari itu, wanita yang sedang hamil dan menyusui perlu meningkatkan kewaspadaan dalam mengkonsumsi obat.
 
Beberapa obat yang dikonsumsi oleh wanita hamil dapat memberikan efek pada janin juga. Terutama pada kehamilan trisemester pertama sebaiknya menghindari pengunaan obat, dikarenakan dapat menyebabkan cacat lahir (teratogenesis). Sedangkan, pada trimester kedua dan ketiga penggunaan obat dapat meracuni plasenta maupun menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan secara fungsional pada janin.
 
Lantas apabila seorang wanita hamil atau menyusui sedang dalam keadaan sakit dan butuh pengobatan apakah penyakitnya harus dibiarkan saja tanpa mengkonsumsi obat-obatan? Oh, tentu saja tidak, karena tidak semua obat berbahaya untuk ibu hamil dan menyusui. Maka dari perlu mengatahui prinsip penggunaan obat selama masa kehamilan dan menyusui.
 
Pedoman Singkat Penggunaan Obat pada Masa Kehamilan
Menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, terdapat beberapa kategori obat-obatan untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut:
Kategori A = Aman untuk janin, contohnya: asam folat, levotiroksin
Kategori B = Cukup aman untuk janin, contohnya:metformin, hidroklortiazid,amoksisilin
Kategori C = Digunakan jika perlu, kemungkinan bisa ada efek samping pada janin, contohnya: tramadol, amlodipin, gabapentin
Kategori D = Digunakan jika darurat, bisa terjadi efek samping pada janin, contohnya: losartan, alprazolam, lisinopril
Kategori X = Tidak pernah digunakan dan sangat berbahaya bagi janin, contohnya: atorvastatin, warfarin, simvastatin
Dengan kata lain, kategori A dan B merupakan obat-obatan yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil. Sedangkan kategori C dan D dapat berbahaya bagi janin namun dapat digunakan dalam keadaan darurat dan kondisi tertentu. Sedangkan obat-obatan pada kategori X sama sekali tidak boleh digunakan.
 
Berikut merupakan anjuran dan pertimbangan dalam penggunaan obat untuk wanita hamil
  • Penggunaan obat hanya digunakan apabila manfaat yang diperolah ibulebih besar dibandingkan risiko pada janin
  • Sebisa mungkin penggunaan semua obat dihindari pada saat trisemester pertama
  • Hindari polifarmasi
  • Gunakan dalam dosis efektif terkecil dalam jangka waktu singkat
  • Pantau pengobatan
 
Instagram : @mamahamilbutik 
Whats App : 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
Jalur Grosir : 08564555088
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM : 5D07A939 /741B6099
 
 


Related Article