Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 08122223 6664
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 10 January 2017
 Pemberian ASI Naik 25 Persen
 
Ibu muda sudah mulai sadar untuk memberikan bayinya ASI eksklusif sejak baru lahir hingga usia enam bulan. Karena kepedulian itu, Kementerian Kesehatan merilis angka pemberian asi eksklusif di Indonesia yang meningkat hingga 25 persen.
 
Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dr Eni Gustina MPH mengatakan, saat ini banyak pejuang ASI yang semangat untuk mengembangkan tren pemberian ASI eksklusif. Banyak tata cara penyimpanan ASI sampai alat perahnya pun tersedia dengan mudah.
"Banyaknya dukungan pemberian ASI eksklusif ini membuat angkanya meningkat. Dulu belum ada tren menyimpan ASI di freezer dan beberapa alat pendukung yang lainnya," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI.
Saat menunjukkan jumlah peningkatan pemberian ASI eksklusif ini dr Eni berpacu pada Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) 2016. Data menunjukkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif hingga 21,5 persen.
Berikut juga angka menyusui di perkotaan sebanyak 20 persen dan angka menyusui di pedesaan sebesar 22,4 persen. Tapi belum lama ini, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyatakan bahwa angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia meningkat 10 persen.
 
Ditambah lagi, menurut dr Eni, angka keberhasilan pemberian ASI eksklusif karena dampak dari inisiasi menyusui dini (IMD). Setiap ibu baru melahirkan, harus melakukan IMD untuk pengenalan puting susu pada bayi.
"Penekanannya butuh sosialisasi pemberian ASI eksklusif perlu dukungan untuk IMD. Menurut penelitian bayi yang melakukan IMD, angka keberhasilan mendapat ASI eksklusif cukup tinggi. Diharapkan penguatan IMD pada setiap fasilitas kesehatan harus mendukung kegitana ini," tutupnya.
 
IG : @mamahamilbutik 
WA: 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM: 5D07A939 /741B6099
 


Related Article