Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 08122223 6664
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 05 December 2016
Pedoman Singkat Penggunaan Obat pada Masa Menyusui
 
Sedangkan penggunaan obat pada ibu menyusui dikategorikan berdasarkan tingkatan resikonya yaitu sebagai berikut:
L1       : Paling Aman, contohnya: asetaminofen, ibuprofen, loratadin
L2       : Aman, contohnya: cetrizin, dimenhidrinat, guaifenesin
L3       : Cukup Aman, contohnya: pseudoefedrin, lorazepam, aspirin
L4       : Kemungkinan Barbahaya, contohnya: sibutramin, kloramfenikol
L5       : Kontra Indikasi, contohnya: amiodaron, siklofosfamid
 
Pada umumnya hampir semua obat yang diminum dapat terdeteksi dalam ASI, namun dengan konsentrasi yang umumnya rendah. Konsentrasi obat dalam darah ibu merupakan faktor dalam adalah faktor utama dalam transfer obatke ASI.
  • Penggunaan obat hanya digunakan apabila manfaat yang diperoleh ibu lebih besar dibandingkan risiko pada bayi
  • Pada neonatus (khususnya bayi yang lahir prematur) fungsi ginjal dan hati belum sempurna sehingga dapat memicu terjadinya penimbunan obat maka dari itu mempunyai risiko lebih besar terhadap paparan obat melalui ASI
  • Jika menggunakan obat selama menyusui maka diperlukan pemantauan efek samping pada bayi
  • Hindari untuk sementara pemberian ASI pada bayi
  • Pilih obat yang memberikan kadar obat terkecil sampai pada bayi dengan mempertimbangkan rute pemberian obat.
Berikut merupakan contoh beberapa penyakit yang umum dialami oleh ibu hamil dan menyusui, disertai dengan pengobatan yang relatif aman.
  • Batuk, flu dan sakit tenggorokan. Contoh obat yang dianjurkan : difenhidramin (penekan batuk).
  • Morning sickness, muntah, obat mual untuk kehamilan. Contoh obat yang dianjurkan : Emetrol (asam fosfat/ fruktosa/dekestrosa),  vitamin B6,  Dimenhidrina
  • Diare. Contoh obat yang dianjurkan : loperamide, attapulgit
  • Alergi. Contoh obat yang dianjurkan : Chlor-trimeton, loratadin, difenhidramin
  • Antibiotik. Contoh obat yang dianjurkan : penicilin v, amoksisilin
  • Mulas, refluks asam atau gangguan pencernaan asam dan sakit perut. Contoh obat yang dianjurkan : ranitidin, antasid (alumunium/magnesium/simetikon), kalsium karbonat,
Untuk penggunaan obat yang dapat dikatakan aman digunakan tapi tetap saja harus berkonsultasi dahulu kepada dokter maupun apoteker dikarenakan setiap tubuh akan memberikan respon yang berbeda selama kehamilan sekalipun obat-obatan over the counter (OTC).
 
Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penggunaan obat pada ibu hamil dan menyusui maka sangat diperlukan pemahaman dasar mengenai obat yang relatif aman dikonsumsi hingga obat yang tidak boleh dikonsumsi. Untuk selanjutnya, ibu hamil dan menyusui yang menderita penyakit dapat berkonsultasi dahulu kepada dokter maupun apoteker. Semoga bermanfaat
 
Instagram : @mamahamilbutik 
Whats App : 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
Jalur Grosir : 08564555088
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM : 5D07A939 /741B6099
 


Related Article