Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 09 March 2017
 Hiperpigmentasi saat hamil – Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pencegahan
 
hiperpigmentasiKondisi hiperpigmentasi untuk ibu hamil merupakan sebuah kondisi perubahan warna kulit yang paling sering terjadi. Bercak perubahan warna kulit bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh dan membuat ibu hamil merasa sangat cemas. Sebenarnya hal ini terjadi ketika tubuh Anda mengalami perubahan terhadap metabolisme tubuh termasuk perubahan hormon. Kemudian kondisi ini akan membuat perubahan warna kulit termasuk untuk kondisi kuku dan rambut.
 
Apa Penyebab Hiperpigmentasi?
 
Perubahan hormon selama kehamilan yang menyebabkan kulit mengalami produksi melanin berlebihan.                           Gangguan hormon juga sering menjadi penyebab morning sickness pada ibu hamil dan keputihan saat hamil.
 
Kulit ibu hamil terkena sinar matahari berlebihan baik sebelum kehamilan atau selama masa hamil. Kondisi ini                 sering tidak disadari namun bisa menyebabkan perubahan warna kulit pada area sekitar paha, lengan dan bagian         tubuh yang sering terbuka. Karena itu berhati-hatilah saat ingin mendapatkan manfaat berjemur bagi ibu hamil di             pagi hari.
 
Faktor keturunan bisa terjadi pada ibu hamil yang riwayat hiperpigmentasi selalu terjadi sepanjang kehamilan.                 Kondisi ini bisa menyebabkan perasaan yang sangat rentan sehingga efek hiperpigmentasi justru berlebihan.
 
Ibu hamil yang memiliki warna kulit hitam asli lebih sering terkena hiperpigmentasi dibandingkan dengan wanita             biasa. Kondisi gen tertentu yang mempengaruhi warna kulit sering disebut menjadi penyebab yang paling mungkin         terjadi.
 
Penggunaan beberapa jenis obat sebelum kehamilan dan selama kehamilan seperti obat antibiotik, perawatan               hormon selama kehamilan dan penggunaan obat anti kejang. 
 
Memiliki riwayat peradangan pada kulit seperti sering terkena jerawat yang parah. Karena itu sangat disarankan             untuk menjauhi bahaya kosmetik bagi ibu hamil dan bahaya KB suntik terlalu lama jangka panjang.
 
Kehamilan pertama memiliki resiko yang lebih tinggi terkena hiperpigmentasi dibandingkan kehamilan kedua atau         ketiga.
 
Ibu hamil yang mengalami kondisi rentan saat hamil karena stres, tertekan dan kondisi kehamilan yang sulit. 

Gejala Hiperpigmentasi
 
Hiperpigmentasi sering tidak disertai gejala yang pasti. Biasanya banyak wanita hamil yang menemukan perubahan warna kulit dari waktu ke waktu selama kehamilan. Beberapa gejala yang paling sering diamati termasuk seperti:
 
Kulit yang terkena sinar matahari secara langsung berubah menjadi lebih hitam dan ada ruam coklat kecil.
Munculnya bintik-bintik coklat atau hitam berukuran kecil pada bagian sekitar hidung dan pipi.
Kulit yang berwarna coklat atau hitam terlihat lebih keriput atau kering.
Tidak menyebabkan rasa sakit atau gejala tidak nyaman lainnya. Jika terasa sakit maka bisa berkembang menjadi         penyakit yang serius dan membutuhkan perawatan dokter.
 
Cara Mencegah Hiperpigmentasi
 
Menggunakan pelembab atau tabir surya ketika keluar rumah dan terkena sinar matahari secara langsung.Bahan           yang mengandung pelindung sinar UV dari sinar matahari sangat baik untuk kulit. Namun Anda harus memilih                 bahan yang benar-benar ramah untuk ibu hamil. Bahan pelembab atau tabir surya bisa digunakan secara rutin                 bahkan ketika Anda tidak terkena sinar matahari.
Hindari menggunakan produk kecantikan untuk kulit wajah yang tidak ramah pada ibu hamil. Jangan memilih                   produk kecantikan yang sama sekali belum melewati pengujian di laboratorium. Lebih baik selalu berkonsultasi               dengan dokter untuk mencegah resiko yang lebih buruk.
Jika Anda keluar rumah maka gunakan baju atau kain yang bisa melindungi tubuh Anda dari sinar matahari. Anda           juga bisa menggunakan payung yang akan melindungi kulit dari panas. Langkah ini tetap diperlukan meskipun               Anda sudah menggunakan tabir surya.
Tetap berada di dalam rumah pada siang hari untuk menghindari sinar matahari kecuali jika sangat terpaksa                     dengan tetap menggunakan bahan pelindung.
Memelihara kesehatan kulit untuk menjaga agar tidak terjadi penumpukan sel kulit mati pada permukaan kulit.
 
Cara ini juga bisa membantu agar kesehatan kulit tetap terjaga.
 
Perawatan untuk Hiperpigmentasi
 
Penggunaan tabir surya yang mengandung bahan SPF 15 untuk melindungi kulit saat terkena sinar matahari                   maupun di tempat yang teduh.
Menggunakan produk untuk kulit yang mengandung alpha hydroxy acis (asam glikolat dan asam laktat). Bahan ini           bisa membantu menghilangkan sel kulit mati dan mengatasi perubahan warna berlebihan.
Penggunaan serum untuk kulit yang mengandung vitamin C. Vitamin C untuk kulit akan membantu meningkatkan           kesehatan kulit dan mempertahankan tingkat elastisitas untuk kulit.
 
Perawatan Alami untuk Hiperpigmentasi
 
  • Masker Gel Lidah Buaya 
Gel lidah buaya sangat baik untuk memulihkan perubahan warna kulit selama kehamilan. Gel lidah buaya juga membantu menghilangkan sel kulit mati secara alami. Cara ini bisa Anda lakukan dengan mengambil bagian gel lidah buaya kemudian terapkan secara langsung ke kulit selama 20 menit. Kemudian cuci dengan air hangat dan lakukan setiap hari.
  • Masker dari Madu dan Almond Bubuk
Jika Anda memiliki madu dan almond bubuk, maka ambil dan buat masker sendiri. Campurkan dua sendok madu dengan satu sendok almond bubuk yang lembut. Aduk hingga menjadi pasta kemudian terapkan ke bagian kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Biarkan selama 10 menit lalu bersihkan dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat. 
  • Konsumsi Vitamin E Alami
Vitamin E bisa menjadi bahan yang sangat baik untuk mencegah hiperpigmentasi saat hamil. Anda bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin E baik itu dari sayuran, buah atau minuman. Beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin E antara lain seperti: kacang almond, biji bunga matahari, bayam, lobak, sawi, kale, bit, cabai, paprika, udang, tomat, kacang tanah, kiwi, alpulkat, wortel, minyak zaitun, daun bawang, buncis, kacang pecan, brokoli, minyak canola dan ikan salmon. Disamping mengandung vitamin E semua makanan ini bisa membuat tubuh ibu hamil menjadi lebih sehat. 
  • Masker Pepaya
Buah pepaya sangat baik untuk membantu meningkatkan kesehatan kulit dan mencegah terjadinya perubahan warna kulit  berlebihan. Anda bisa membuat masker pepaya dengan cara mencampurkan pepaya yang sudah dilembutkan dengan madu. Kemudian terapkan secara langsung pada bagian kulit dan biarkan selama 10 menit. Setelah itu bersihkan dengan air dingin. Pepaya bisa membantu menghilangkan sel kulit mati. 
  • Masker dari Tomat dan Mentimun
Bahan dari tomat dan mentimun bisa menjadi masker yang akan membantu kesehatan kulit untuk ibu hamil. Tomat dan mentimun akan membantu membuat kulit lebih halus dan mencerahkan kulit secara alami. Caranya adalah dengan mencampurkan bahan tomat dan mentimun yang sudah dihaluskan. Kemudian diterapkan secara langsung ke bagian kulit. Setelah itu  bersihkan dengan air hangat. Lakukan setiap hari untuk hasil yang maksimal. 
 
 
Instagram : @mamahamilbutik 
Whats App : 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
Jalur Grosir : 08564555088
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM : 5D07A939 /741B6099

 


Related Article