Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 08122223 6664
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 03 January 2017
Gerakan Janin dalam Kandungan Perlu Dipahami
 
Gerakan menjadi salah satu parameter kesehatan janin dalam kandungan. Gerakan yang aktif merupakan tanda janin dalam kondisi sehat, kebutuhan nutrisi dan oksigennya tercukupi.
 
Mengenali dan mengukur gerakan janin yang dikandung penting artinya bagi seorang ibu hamil. Kemampuan ini sepenuhnya dapat bergantung pada ketajaman dan feeling. Bagi para calon ibu baru, hal ini tidak selalu mudah. Gerakan bayi yang meningkat atau menurun tiba-tiba kerap kali dianggap hal biasa.
 
Padahal, menurut dokter ahli kandungan dan kehamilan dari RSIA Bunda, Menteng, Taufik Jamaan, gerakan yang meningkat atau menurun seketika merupakan pertanda adanya perubahan kondisi janin. Gerakan itu bisa jadi dapat membahayakan dirinya.
 
“Mungkin saja janin kekurangan nutrisi atau oksigen hingga membuatnya ‘berontak’ dengan bergerak lebih aktif. Ibu harus waspada bila tiba-tiba bayi bergerak sangat aktif, misalnya banyak menendang, tetapi seketika tenang dan terus menurun,” kata Jamaan.
 
Pada kondisi ideal, Taufik menjelaskan, bayi di dalam perut ibu dapat bergerak 1-2 kali setiap satu jam. Gerakan ini bisa bermacam-macam dan sering kali bisa dirasakan calon ibu. Gerakan ini juga bisa memutar hingga kepala janin tidak berada di bawah (sungsang). Dalam kondisi tersebut, sebaiknya ibu tidak perlu memijat kandungan.
 
“Pijatan tersebut justru meningkatkan risiko bayi terlilit atau tali pusat terpilin akibat gerakan putaran bayi yang tidak terpantau. Sebaiknya ibu tetap aktif bergerak dan rajin kontrol sehingga kondisi janin bisa terus terpantau,” kata Taufik.
Kurangnya asupan nutrisi dan oksigen bisa disebabkan berbagai faktor, salah satunya tali pusat yang terpilin. Rapatnya pilinan tali pusat menyulitkan penyaluran nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin. Akibatnya, bayi kekurangan asupan dan berisiko meninggal dalam kandungan.
 
Sayangnya, gerakan janin memang bukan hal yang bisa diperkirakan. Kondisi tali pusat yang terpilin juga tidak memiliki upaya pencegahan spesifik. Namun, hal tersebut bukan berarti ibu tidak bisa mempertahankan kondisi kehamilannya tetap sehat.
 
Ibu hamil harus rutin memeriksakan kondisi kehamilan secara mingguan atau bulanan, sesuai usia kandungan. Melalui pemeriksaan dapat diketahui kondisi kesehatan ibu dan janin. Dengan pemeriksaan rutin, dokter dapat segera melakukan tindakan sedini mungkin apabila ditemukan masalah.
 
Para ibu disarankan segera memeriksakan diri bila gerakan janin tiba-tiba sangat aktif, selanjutnya terus menurun hingga akhirnya diam.
 
IG : @mamahamilbutik 
WA: 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM: 5D07A939 /741B6099
 


Related Article