Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 01 February 2017
 Ciri Kehamilan yang Bermasalah
 
1. Pendarahan (Trimester Pertama)
 
Pendarahan bisa menjadi masalah kehamilan yang sangat serius. Kehamilan yang muncul pada trimester pertama bisa mengancam nyawa ibu sekaligus janin dalam kandungan. Ibu yang mengalami kehamilan sangat parah sebaiknya harus menemui dokter yang merawat. Beberapa gejala pendarahan yang sangat buruk seperti sakit perut bawah yang kuat seperti sakit perut bawah ketika menstruasi dan kram perut hingga menyebabkan pinsan. Pendarahan seperti ini bisa menjadi tanda kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur dibuah di luar rahim. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa mengancam nyawa ibu hamil.
 
2. Pendarahan (Trimester Kedua)
 
Ibu hamil juga bisa menghadapi pendarahan pada trimester kedua. Pendarahan ini biasanya juga disertai dengan rasa sakit perut, kram perut bahkan sakit kepala. Pendarahan pada trimester kedua biasanya berhubungan dengan resiko keguguran. Ada berbagai penyebab keguguran pada ibu hamil yang sudah masuk ke trimester kedua termasuk masalah kesehatan dan kondisi fisik yang lemah. Pemeriksaan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi kehamilan dan jika bisa mencegah keguguran.
 
3. Pendarahan (Trimester Ketiga)
 
Pendarahan juga bisa terjadi pada kehamilan yang sudah memasuki usia trimester ketiga. Pendarahan biasanya diawali dengan gejala sakit perut yang parah, kram, demam dan kondisi tubuh yang tidak nyaman. Pendarahan bisa disebabkan karena plasenta mungkin sudah terlepas dari rahim atau perkembangan janin yang tidak sempurna. Ini kondisi kehamilan yang sangat serius karena bisa menyebabkan ibu dan janin meninggal dunia. Semua jenis pendarahan bisa menyebabkan kondisi yang berbahaya untuk semua trimester kehamilan.
 
4. Mual dan Muntah yang Parah
 
Mual dan muntah umumnya sangat wajar dialami oleh ibu hamil yang masuk pada trimester pertama. Kondisi ini sangat wajar dan sering disebut dengan morning sickness meskipun tidak selalu terjadi pada pagi hari. Namun ketika ibu hamil menghadapi kondisi yang sangat serius ketika sama sekali tidak bisa makan atau minum. Ibu hamil bisa mengalami dehidrasi, anemia, kekurangan nutrisi dan kematian. Nutrisi ibu hamil sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Pemeriksaan sangat diperlukan untuk mengetahui apakah ada kelainan pada janin dan kesehatan ibu. Ibu hamil bisa melakukan beberapa cara mengatasi mual saat hamil muda tanpa obat.
 
5. Gerakan Bayi Terasa Menurun
 
Janin yang sudah memasuki trimester ketiga umumnya sudah bisa menimbulkan berbagai gerakan yang bisa dirasakan oleh ibu. Ketika gerakan bayi terasa menurun atau sudah mulai jarang maka kondisi ini bisa menjadi tanda yang berbahaya. Untuk memeriksa kondisi ini maka ibu disarankan untuk makan atau minum kemudian duduk. Jika bayi terlihat tidak menendang atau diam saja maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter terdekat. Masalah bayi tidak bergerak dalam rahim bisa menjadi serius karena mungkin bayi meninggal atau mengalami masalah kesehatan yang serius.

6. Kontraksi pada Trimester Ketiga Awal
 
Berhubung ibu hamil sudah masuk ke trimester ketiga maka bisa merasakan gejala perubahan yang sering terjadi. Masalah yang paling sering terjadi adalah kontraksi pada awal trimester ketiga. Kontraksi bisa menjadi pertanda bayi akan lahir atau kelahiran prematur. Kontraksi yang teratur dan terjadi setiap 10 menit sekali harus mendapatkan pemeriksaan dokter. Dokter biasanya akan mempertimbangkan apakah bayi harus dilahirkan lebih awal  atau masih bisa dipertahankan hingga waktunya. Umur dan berat bayi yang belum mencapai target sangat rendah dengan masalah kesehatan ketika sudah dilahirkan. Dokter bisa menyarankan untuk menunggu hingga waktu lahir, melahirkan normal dengan induksi atau operasi caesar.
 
7. Pecah Air Ketuban
 
Pecah air ketuban paling sering dialami oleh ibu yang sudah masuk ke trimester ketiga. Kondisi ini sangat rentan karena bayi bisa saja minum air ketuban dan menyebabkan keracunan. Bahaya bayi minum air ketuban bisa jauh lebih buruk untuk bayi. Hal yang paling sering terjadi adalah bahwa ibu tidak menyadari ciri-ciri air ketuban pecah/merembes. Mereka mengira air ketuban tersebut air kencing. Namun jika tekanan pada kandung kemih terjadi terus menerus maka bisa menyebabkan air ketuban sudah pecah. Tindakan dokter sangat diperlukan untuk menangani masalah ini.
 
8. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi juga bisa terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini ditandai dengan sakit kepala yang berat, sakit kepala terus menerus, kaki bengkak, sakit perut, pandangan mata kabur dan terjadi pembengkakan. Semua gejala ini merujuk pada preklampsia yaitu sebuah penyakit komplikasi kehamilan yang sangat serius. Preklamsia harus mendapatkan perawatan yang sangat hati-hati dari dokter untuk menyelamatkan bayi dan ibu hamil.
 
9. Kram Perut Parah
 
Ibu hamil biasanya akan mengalami kram perut namun dan dianggap sebagai hal yang sangat wajar. Namun jika kram perut muncul secara terus menerus dan menyebabkan sakit serta gejala lain seperti demam, menggigil, dan suhu tubuh terus meningkat maka kram ini bisa menjadi pertanda dari kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik bisa menyebabkan kondisi yang sangat serius karena sel telur bisa pecah, merusak tuba falopi dan penyebaran infeksi ke semua bagian tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan kematian untuk ibu hamil. Kram perut yang bermasalah sangat jelas bedanya dengan tanda-tanda melahirkan dalam waktu dekat. 
 
10. Diabetes (Kadar Gula Darah Tinggi)
 
Ibu hamil juga sangat rentan terkena diabetes yaitu jenis diabetes gestasional terutama ibu hamil yang mengalami obesitas. Bahaya obesitas pada ibu hamil harus diwaspadai. Ini merupakan diabetes yang khusus menyerang ibu hamil. Kadar gula darah berlebihan bisa menyebabkan ibu hamil mengalami komplikasi kehamilan yang serius termasuk semua bahaya diabetes saat hamil. Bahkan kehamilan bisa menyebabkan resiko untuk bayi seperti bayi yang terlahir dengan ukuran yang besar dan resiko diabetes untuk bayi. Bahkan ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional pada masa kehamilan bisa terkena diabetes tipe 2 setelah melahirkan.
 
11. Cairan Ketuban Terlalu Sedikit (Oligohidramnion)

Ketuban sangat penting untuk ibu hamil dan janin yang ada dalam rahim. Ketuban berfungsi untuk melindungi janin dan mendukung perkembangan janin itu sendiri. Ketika dalam kehamilan ditemukan cairan ketuban yang terlalu sedikit maka bisa menyebabkan masalah terutama pada saat sudah masuk ke trimester ketiga. Kelainan yang disebut dengan oligohidramnion sangat rentan karena bisa merusak pertumbuhan janin dan menyebabkan kelahiran prematur. Resiko kelahiran prematur bisa menyebabkan masalah kesehatan pada janin dan ibu hamil.
 
12. Keputihan Terus Menerus
 
Keputihan saat hamil memang dianggap sangat wajar. Masalah ini sangat umum dan membuat semua ibu hamil merasa khawatir. Ketika ibu hamil masuk ke trimester pertama maka leher rahim dan dinding vagina akan menjadi lebih lembut. Hal ini membuat banyak cairan yang keluar untuk membantu mencegah infeksi bakteri atau sumber penyakit lain masuk ke rahim lewat vagina. Ketika sudah masuk ke trimester ketiga maka keputihan biasanya akan berkurang seiring dengan penekanan pada bagian kantung kemih. Namun keputihan bisa menjadi kondisi yang sangat serius jika disertai dengan beberapa tanda seperti keputihan memiliki warna hijau atau kuning kebiruan, bau yang sangat menyengat seperti bau busuk dan terasa sakit pada bagian vagina hingga pinggul.
 
13. Plasenta Previa
 
Plasenta membantu janin mendapatkan asupan nutrisi dan makanan yang terhubung secara langsung dengan ibu. Ketika plasenta tidak bisa menyalurkan makanan dan nutrisi dengan baik maka janin bisa mengalami kurang nutrisi, cacat lahir dan bahkan kematian.
 
Kelainan plasenta previa terjadi ketika letak plasenta sangat rendah dan bahkan membuat leher rahim tertutup oleh plasenta itu sendiri. Kelainan ini awalnya sama sekali tidak menyebabkan gejala atau ciri khusus pada awal kehamilan. Namun ketika masuk trimester ketiga maka bisa menyebabkan pendarahan yang berat dan ibu juga terancam bahaya melahirkan bayi sungsang. Pendarahan bisa menjadi tanda komplikasi yang sangat serius termasuk mengancam nyawa janin dan ibu. Resiko keguguran juga bisa terjadi pada ibu hamil yang mengalami plasenta previa.
 
 
Instagram : @mamahamilbutik 
Whats App : 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
Jalur Grosir : 08564555088
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM : 5D07A939 /741B6099
 


Related Article