Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 24 January 2017
Cara Menghilangkan Baby Blues Untuk Kelancaran ASI
 
Ciri-ciri ibu baru yang mengalami baby blues setelah melahirkan pada umumnya ditandai dengan ibu yang jadi sering menangis tanpa alasan yang jelas. Selain itu si ibu juga merasa sedih berkepanjangan, bawaannya tegangan tinggi dan jutek, dan emosi yang berubah-ubah serta juga konsentrasi dan daya tangkap pun menurun. 
Sindrom baby blues ini dapat dialami oleh Ibu yang melahirkan baik secara partus normal maupun secara cesar. Hanya saja Ibu dengan operasi cesar peluangnya lebih besar untuk terkena sindrom baby blues.
Hal ini disebabkan oleh karena kondisi pemulihan pasca partus cesar yang lebih lama sehingga menimbulkan Ibu merasa tidak berdaya untuk langsung merawat bayi yang baru dilahirkannya.
Gejala baby blues ini biasanya bervariasi dari derajat ringan hingga berat. Adapun gejala tanda depresi pasca melahirkan yang biasanya muncul antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Perasaan cemas yang berlebihan, sedih, murung, dan sering menangis.
  2. Seringkali merasa kelelahan dan sakit kepala.
  3. Perasaan ketidakmampuan, misalnya dalam mengurus si kecil.
Beberapa tanda-tanda Baby Blues Syndrome bisa dikenali pada seorang ibu pasca melahirkan diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Menjadi tidak tertarik dengan bayi yang baru dilahirkan atau menjadi terlalu memperhatikan dan kuatir terhadap bayinya.
  2. Hilangnya perasaan bahagia dan minat untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.
  3. Tidak memperhatikan diri sendiri dan menarik diri dari keluarga dan teman.
  4. Tidak memperhatikan atau bahkan perhatian yang berlebihan pada si kecil.
  5. Perasaan takut telah menyakiti si kecil.
  6. Peningkatan berat badan yang disertai dengan makan berlebihan.
  7. Penurunan berat badan yang disertai tidak mau makan.
  8. Tidak tertarik pada seks.
  9. Perasaan berubah-ubah dengan ekstrim, terganggu proses berpikir dan konsentrasi.
Hasil sebuah penelitian yang membandingkan perilaku ibu dengan sindrom baby blues dan ibu yang tidak mengalami hal tersebut. Ternyata, ibu yang mengalami baby blues cenderung memperlihatkan perilaku yang berlebihan dalam hal kebersihan anak. 
 
Selain itu, para ibu tersebut juga lebih jarang memberikan sentuhan, maupun respon terhadap perilaku anak.
Tips Kiat Cara Mengatasi Baby Blues
Baby blues diestimasikan menimpa 50-80 persen wanita dan dapat menimpa wanita yang belum siap menjadi ibu. Kabar baiknya, baby blues hanya bersifat sementara, yakni selama minggu pertama setelah melahirkan. 
 
Lebih dari itu, dikhawatirkan berkembang menjadi post partum depression (PPD) atau depresi paska melahirkan dengan gejala yang lebih berat. 
Yaitu adanya penolakan ibu terhadap kenyataan seperti merindukan masa lajang yang tidak memerdulikan si kecil, hingga membayangkan ingin menyakiti si kecil sampai berniat untuk bunuh diri.
Mengetahui akan tips dan juga cara serta kiat mengatasi sindrom baby blues perlu diketahui dan dipahami dengan baik oleh para ibu yang setelah Proses Persalinan atau pasca melahirkan mengalaminya.
Berikut beberapa tips atasi baby blues antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Selalu berdoa kepada Allah agar diberi taufik sera kemudahan dalam menjalankan kewajiban kita sebagai seorang ibu kepada anak-anaknya.
  2. Tanamkan pada diri kita sebagai seorang ibu bahwa untuk bia belajar dan bersikap ikhlas dan tulus berperan sebagai ibu baru yang akan merawat dan mengurus anak-anaknya.
  3. Belajar bersikap tenang dan belajar untuk bersabar dalam mengurus buah hatinya kelak.
  4. Istirahat dan tidur ketika bayi kita juga sedang tidur agar memulihkan tenaga dan psikis kita juga sebagai seorang ibu baru.
  5. Komunikasikan rasa cemas yang dialami dengan pasangan, saudara atau teman dekat.
  6. Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya 15 menit untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan murotal, baca buku, atau olah raga ringan.
  7. Bergabunglah bersama komunitas ibu untuk berbagi pengalaman dan perasaan sebagai seorang ibu baru.
  8. Beri penjelasan kepada suami kita mengenai hal terkait dengan Baby Blues Syndrome, agar sang suami juga bisa memahami berbagai perubahan sikap dan tingkah laku kita sebagai ibu baru.
  9. Tidak membiarkan diri terus menerus dalam kesedihan atau merasa tidak berdaya.
  10. Yakinkan hati kita sebagai ibu baru bahwa kita bisa merawat dan mengasuh bayi
 
IG : @mamahamilbutik 
WA: 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM: 5D07A939 /741B6099
 


Related Article