Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 08122223 6664
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 03 February 2017
 Cara Mengetahui ASI Perah Sudah Basi Atau Belum
 
Terkadang ibu merasa ragu dengan ASIP yang terlihat berubah warna setelah dicarkan dan dihangatkan, namun sesungguhnya itu tidak semata menunjukkan bahwa ASIP itu basi dan tidak layak dikonsumsi. Jika ibu secara cermat mengikuti aturan yang dianjurkan dalam memerah, menyimpan, dan menyiapkan ASIP (mencairkan dan menghangatkan) dengan baik maka kemungkinan ASIP basi sangatlah kecil. Sifat ASI yang tidak homogeny yang menyebabkan akan terangkat ke atas, dan membentuk semacam krim, cukup kocok perlahan untuk mencampurnya.
Perubahan ini bukanlah tanda bahwa ASIP basi dan tidak layak dikonsumsi, penting juga untuk mencicipi ASI sebelum diberikan kepada bayi selain untuk mengukur suhunya apakah sudah tepat atau belum juga utuk memastikan rasa dan bau yang tidak wajar menunjukkan bahwa ASI sudah basi. ASIP basi jika masa penyimpanan sudah melebihi batas penyimpanan maksimal dan sudah ada perubahan warna, rasa, dan bau pada ASIP.
 
ASI yang sudah diperah bisa disimpan dalam botol kaca atau kemasan plastic khusus untuk ASI. Botol kaca lebih disukai karena bisa dipakai berkali-kali dan mudah untuk dibersihkan serta disterilkan, sedangkan kemasan plastic hanya sekali pakai. Akan tetapi, ibu tidak perlu repot membersihkan dan mensterilkan, yang perlu diperhatikan untuk penggunaan botol kaca adalah jangan mengisi ASI perah ke dalamnya dengan penuh saat mau disimpan ke dalam lemari es atau freezer.
 
Jika hal ini dilakukan, ada kemungkinan botol akan pecah. Sebaiknya Anda mengisinya maksimal ¾ dari daya tamping boto. Setelah dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan ASI, ASI perah kemudian dimasukkan ke dalam lemari pendingin baik di freezer atau di kulkas bagian bawah. Jika ASI perah akan digunakan kurang dari 10 jam sebaiknya ASI cukup disimpan di kulkas bagian bawah, namun jika ASI akan disimpan dalam waktu yang lama maka sebaiknya disimpan di freezer.
 
Instagram : @mamahamilbutik 
Whats App : 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
Jalur Grosir : 08564555088
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM : 5D07A939 /741B6099
 


Related Article