Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 15 December 2016
ASI Bisa Mengandung Senyawa Kimia Beracun
 
PFAS dapat mengontaminasi ASI ibu yang kemudian mempengaruhi perkembangan bayi. Menurut Center for Disease Control, Amerika, dampak yang mungkin timbulkan jika keracunan senyawa kimia ini adalah:
  • Gangguan tehadap perkembangan janin dan anak, termasuk gangguan dalam hal pertumbuhan, belajar, dan perilaku
  • Menurunkan kesuburan karena dapat mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh
  • Meningkatkan kolesterol
  • Mempengaruhi sistem kekebalan imun
  • Meningkatkan risiko kanker
Senyawa  PFASs ini didapatkan ibu dari lingkungan yang tingkat polusinya tinggi. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa perempuan yang tinggal di daerah industri, area pertanian yang menggunakan pestisida, dan tingkat polusi udara yang tinggi, rentan terkontaminasi dengan PFASs yang kemudian mempengaruhi produksi ASI-nya.
 
Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa kandungan PFASs yang terdapat di dalam ASI yaitu sebesar 200 hingga 100 nanogram/liter dan bayi dapat mengonsumsi ASI sebanyak 125 ml/kg berat badan. Lalu PFASs yang akan berpindah dari ASI ke tubuh bayi yaitu sebanyak 1 mikrogram/kg berat badan selama 6 bulan bayi mengonsumsi ASI. Walaupun kandungan PFASs yang mungkin diminum oleh bayi dari ASI sedikit, namun membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghilangkan zat PFASs yang ada di dalam tubuh. Para ahli menyebutkan bahwa setidaknya butuh waktu minimal 4 tahun untuk menurunkan kadar PFASs di dalam tubuh, bahkan untuk beberapa orang membutuhkan waktu yang lebih lama.

Apakah ini artinya memberikan ASI itu bahaya bagi bayi?
Sampai saat ini, ASI masih merupakan makanan yang paling baik diberikan untuk bayi. Bahkan WHO menganjurkan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan hingga anak berusia 2 tahun diiringi dengan pemberian makanan pendamping ASI. Pemberian ASI juga dipercaya dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi dan menurunkan risiko bayi terkena penyakit degeneratif pada usia dewasa. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak memberikan ASI eksklusif kepada anak.
 
Selain itu, Centers of Disease Control mengatakan bahwa hampir semua orang memiliki PFASs dalam darahnya walaupun dalam kadar yang sangat sedikit. Hal ini terjadi karena hampir semua produk yang dihasilkan oleh industri memakai PFASs, seperti pada jas hujan, karpet, furniture, dan berapa bahan pakaian. Namun paparan dari benda-benda tersebut tidak terlalu berbahaya dibandingkan dengan paparan PFASs yang ada di dalam minuman atau makanan.
 
Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda meminum air dan memakan makanan yang bebas dari kontaminasi dengan melakukan penyaringan untuk air dan proses memasak untuk makanan. Tidak hanya itu, terkadang di dalam make up juga terkandung PFASs, sehingga sebaiknya Anda memastikan bahwa produk yang Anda pakai bebas dari hal tersebut.
 
IG : @mamahamilbutik 
WA: 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM: 5D07A939 /741B6099
 
 


Related Article