Toko Baju Hamil, Baju Menyusui, Baju Hamil Muslim, Baju Hamil Modis, Dress Hamil, Gamis Hamil, Celana Hamil Kerja, celana HAmil jeans, Daster Hamil, Baby Doll.

 

Layanan Buka     Senin - Sabtu    09.00 - 17.00

Sales / CS Online :
Sales

Layanan Pelanggan
Indosat : 0857 30 191 191
Simpati : 08122223 6664
Simpati : 081234 86 7788
Telepon : 031 5927323
LINE : @MamaHamilButik

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

desindra jombang
Celana jins peencil n baju hamil+mennyusui udah dtg Puas dg barangnya n Service nya Jadi nagih buat blnja lg Banyakin saleny yakkk Thanks



By Angga  Article Published 14 January 2017
 6 Kekhawatiran Ibu Hamil Trisemester Ketiga
 
Ketika ibu hamil memasuki trimester ketiga, rasanya sudah makin tidak sabar untuk segera bertemu bayi tercinta. Namun di saat yang sama, tidak jarang berbagai kesibukan dan kecemasan tiba-tiba melanda, mulai dari menjaga kondisi kesehatan ibu dan janin hingga persiapan perawatan Si Kecil saat sudah lahir nanti.
Berbagai pertanyaan dalam benak Bunda tentang kesehatan dan kesejahteraan Sang Buah Hati bisa semakin menambah kegundahan bahkan berujung stres. Padahal, dengan mengetahui penjelasan dari setiap kegelisahan yang dirasakan, Bunda bisa menjalani masa-masa akhir kehamilan dengan lebih tenang dan optimis.
Agar tidak terlarut di dalam kecemasan, simak beberapa kekhawatiran yang umum menimpa ibu hamil pada trimester ketiga dan jawabannya.
 
Bolehkah Ibu Hamil Tidur Telentang?
 
Tidur telentang tidak dianjurkan untuk ibu hamil pada trimester ketiga karena rahim yang sudah lebih berat dapat menekan pembuluh darah yang akhirnya mengurangi aliran darah ke janin.
Untuk memperbaiki sirkulasi darah, upayakan untuk tidur menyamping, terutama menghadap kiri. Ini karena rahim secara alami berputar ke kanan sehingga tidur di sisi kiri dianggap sebagai pilihan terbaik agar tidak menekan rahim. Agar nyaman, gunakan bantal untuk menyangga kaki dan punggung.
 
Bagaimana Bila Janin Berhenti Bergerak?
 
Gerakan janin merupakan suatu pertanda bahwa dia dalam keadaan baik. Ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, perlu memperhatikan gerakan janin dari hari ke hari untuk mengetahui apakah dia terus bergerak normal atau tidak bergerak seperti yang biasanya. Pada trimester ketiga, gerakan janin bisa berubah-ubah. Bila pada trimester sebelumnya Si Kecil suka meninju atau menjentik, maka pada trimester ketiga ini dia lebih suka berputar maupun mengeluarkan lengan atau kakinya sehingga perut Bunda terlihat menonjol sedikit di suatu sisi.
Bila janin tidak bergerak sebanyak biasanya, Bunda perlu makan dan kemudian berbaring menyamping ke kiri. Jika dalam dua jam setelah itu janin masih tidak bergerak sebanyak 10 kali, hubungi dokter. Dokter akan melakukan tes nonstres, tes kontraksi, ataupun profil biofisik.
 
Bagaimana Jika Cairan Ketuban Terlalu Sedikit?
 
Menurut data sebuah asosiasi ibu hamil, sekitar empat persen ibu hamil memiliki volume cairan ketuban yang rendah, biasanya pada trimester ketiga. Ibu hamil perlu ikut memantau volume air ketuban saat pemeriksaan kehamilan. Jika cairan ketuban terlalu sedikit, dokter atau bidan akan mengecek dengan cermat kondisi kehamilan Bunda untuk memastikan janin terus tumbuh secara normal. Namun, bila kondisi oligohidramnion ini terjadi pada masa akhir kehamilan, kemungkinan akan dilakukan induksi persalinan.

Bagaimana Jika Ibu Hamil Mengalami Preeklamsia?

Preeklamsia adalah suatu kondisi serius, yaitu ketika tekanan darah tinggi dan kadar protein di dalam urine dinyatakan abnormal setelah 20 minggu kehamilan. Pada pemeriksaan antenatal biasanya akan dicek tekanan darah Bunda serta kadar protein urine. Selain dari pengecekan tersebut, preeklamsia juga bisa diketahui dari gejalanya yang mencakup sakit kepala parah, nyeri tepat di bawah tulang rusuk, masalah penglihatan, serta pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, wajah dan tangan.
 
Dengan penanganan yang tepat, ibu dan bayi bisa terhindar dari kondisi berbahaya. Lain ceritanya bila preeklamsia berlanjut dengan cepat karena justru bisa membahayakan nyawa. Bahkan, ibu hamil dengan preeklamsia parah dan terus memburuk berkemungkinan besar perlu melahirkan dini (prematur). Pada kondisi demikian, melahirkan bayi merupakan satu-satunya cara yang bisa ditempuh untuk menangani preeklamsia. Biasanya, penanganan tersebut dilakukan pada ibu hamil dengan usia kandungan 37-38 minggu, atau bisa lebih dini bila kasusnya lebih parah. Bila terdiagnosis menderita preeklamsia, Bunda harus dirujuk untuk menjalani penilaian oleh dokter spesialis di rumah sakit.
 
Bunda dapat mencegah terjadinya preeklamsia dengan beberapa cara berikut.
 
 
Berolahraga secara teratur.
Mencukupi istirahat.
Mencukupi kebutuhan air putih, minimal 6-8 gelas sehari.
Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi.
Jangan banyak mengonsumsi makanan yang digoreng atau makanan siap saji.
Batasi penggunaan garam untuk makanan, meski masih diperbolehkan sedikit saja. Untuk lebih aman, lebih baik         jangan mengonsumsi garam sama sekali.
Tinggikan posisi kaki Bunda beberapa kali dalam sehari.
Hindari konsumsi minuman beralkohol.
 
IG : @mamahamilbutik 
WA: 0812222 36664 / 085730191191 
TELP/SMS : 081234867788 /085730191191 
LINE : MamaHamilButik, MamaHamil
BBM: 5D07A939 /741B6099
 


Related Article